Sabtu, 12 Januari 2013

Pariwisata
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia.
                                                                                                              
Menurut Undang Undang No. 10/2009
pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah

Menurut A.J. Burkart dan S. Medik (1987)
Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan- tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.
Menurut Hunziger dan krapf dari swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre,
Pariwisata adalah keserluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanent maupun sementara.

Menurut Prof. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994, 116.).
Pariwisata dalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ diluar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh pekerjaan tetap.
KESIMPULAN :
            Pariwisata adalah suatu aktivitas/jalan-jalan manusia kesuatu tempat untuk beberapa hari dimana dengan melakukan kegiatan tersebut seseorang dapat merasakan kepuasan batin,untuk refreshing.atau pun untuk sekedar bersantai,bareng keluarga,teman,ataupun dengan rekan bisnis .yang disana terdapat sebuah fasilitas fasilitas yang di butuhkan oleh para wisatawannya.
Sumber:
. http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata
Yoeti, Oka. A 1994. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung : Angkasa.
Ridjal D. Samsul, 1997. Peluang Pariwisata Mutiara Sumber Widya, Benih Kecerdasan.
Soekardijo R.G 1997. Anatomi Pariwisata (memahami Pariwisata Sebagai “systemic Lingkage). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
http://www.kebumen.go.id/data/program_daerah/sapta_pesona/saptapesona.htm

Jumat, 11 Januari 2013

Part X


1.      Vulkanis              :  Daerah yang tanahnya berasal dari letusan gunung berapi
2.       Wagon               :   Kereta pada padang pasir yang agak subur (ada air & tumbuh-tumbuhan)
3.       Wajik                   :   Penganan yang dibuat dari ketan, gula & kelapa
4.       Wara-wiri           :   Mondar-mandir (berjalan-jalan) hilir mudik
5.       Warga dunia    :   Orang yang tidak berkebangsaan ( tidak menjadi rakyat salah satu negara)
6.       Warga negara   :  Anggota daripada rakyat suatu negara (yaitu) penduduk asli suatu Negara
7.      Wayang                :  Gambar/tiruan orang yang dibuat dari kulit, kayu, dan sebgainya untuk mempertunjukkan sesuatu lakon
8.      Welahar                 :  Danau kecil
9.      Yunani                    :  Tanah Grik, orang (bahasa, bangsa)
      10.   Zebra                     :  Binatang seperti kuda yang kulitnya bergaris hitam putih,  h                                                hewan berasal dari Afrika

Part XI


1.       Unik   :   hanya satu-satunya; tak ada duanya; tak ada bandingannya; tak ada yang menyamai
2.       Universil   :   umum; yang meliputi (berlaku di, terdapat di) seluruh dunia
3.       Unta   :   binatang berkuku belah, berleher panjang dan berpunggung berbongkol (hidup di tanah Arah, Afrika Utara, dsb)
4.       Vakansi   :   liburan
5.       Valuta   :   nilai uang; alat pembayaran yang terjamin oleh persediaan emas dan perak
6.       Vatikan   :   daerah & tempat kedudukan Paus di Roma
7.       Via   :   jalan; melalui
8.       Villa   :   rumah atau penginapan yang biasanya di tepi atau di luar kota
9.       Visa   :   izin untuk keluar atau masuk ke suatu Negara
10.  Vulkan   :   gunung berapi; berkawah yang hampir selalu mengeluarkan uap, gas, lahar, abu, dsb

Part VIII


1.      Rombongan   :   Sekelompok orang yang bekerja atau bepergian bersama – sama
2.       Safari              :   Wisata untuk melihat sekelompok hewan
3.       Sejarah   :   Silsilah (asal usul)
4.       Selancar   :   Bermain dengan papan diatas air
5.       Tanjidor   :   Musik; Tambur besar
6.       Tari   :   Gerakan badan yang berirama dan biasanya diiringi dengan music
7.       Teater   :   Pertunjukan seni dan budaya
8.       Tenda   :   Kain mota untuk kemah di kapal (perahu dsb); kemah
9.       Tradisi   :   Segala sesuatu (seperti adat, kepercayaan, kebiasaan, ajaran dsb) yang turun temurun dari nenek moyang
10.  Transpor   :   Angkutan; pengangkutan

Part VII


1.      Pantai   :   Tepi laut
2.       Paspor   :   Surat keterangan perjalanan keluar negri
3.       Pegunungan   :   Tanah yang tinggi lagi banyak gunungnya
4.       Pelabuhan   :   Tepi laut (sungai) tempat kapal berlabuh
5.       Panduan   :   Penunjuk jalan; pengiring
6.       Parade   :   Pawai barisan tentara (pada upacara atau perayaan)
7.       Pariwisata   :   Perpelancongan (turisme)
8.       Pesiar   :   Berkeliling kota dengan kendaraan; berjalan – jalan; bertamasya
9.       Perahu   :   Alat transportasi air (biasanya tidak bergeladak)
10.  Pesawat   :   Alat transportasi udara

Part VI


1.       Mancanegara   :   Negara asing
2.       Manik-Manik   :   Butiran kecil - kecil dari merjan karang dan sebagainya yang diberi lubang dan cocok untuk perhiasan kalung dan sebagainya
3.       Manusia   :   Makhluk yang diberakal budi sebagai lawan binatang insamul kamil sifat manusia secara manusia
4.       Marga Satwa   :   Binatang - binatang di hutan
5.       Mashur   :   Masyhur, tenar, terkenal
6.       Nakoda   :   Juragan (pemimpin) perahu (kapal); kapten (kapal)
7.       Nusantara   :   Kepulauan Indonesia
8.       Oleh oleh   :   Sesuatu yang dibawa dari berpergian (buah tangan)
9.       Ombak   :   Gerakan air turun naik atau bergulung – gulung (gelombang kecil)
10.  Panitia   :   Sekumpulan (beberapa orang) yang bertugas mengurus suatu pekerjaan

Part V


1.       Karcis   :   Surat kecil (carik kertas khusus) sebagai tanda telah membayar ongkos, dsb (untuk naik bus, menonton bioskop, dsb)
2.       Khas   :   (kepunyaan) sendiri; teristimewa; tidak umum
3.       Kincir   :   Jentera yang di jalankan dengan angin/air
4.       Kompas   :   Pedoman
5.       Komunitas   :   Kelompok organisme (orang, dsb) yang hidup & saling berkelompok
6.       Konsumtif   :   Bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri)
7.       Koper   :   Peti kulit tempat pakaian dan sebagainya
8.       Kudapan   :   Makanan ringan yang berjajar setelah makan - makanan berat
9.       Kuota   :   Jumlah yang di tentukan; jatah; jumlah tertinggi dari barang yang mendapat izin impor ekspor ke pasar internasional
10.  Laut   :   Kumpulan air asin yang banyak atau luas yang memisahkan benua dengan benua, pulau dengan pulau, dsb

Part IV


1.      Gamelan   :   Perangkat alat musik Jawa, Sunda, Bali yang terdiri atas saron, boning, gendang, gong, dsb
2.       Gong   :   Canang besar
3.       Gendang   :   Bunyi-bunyian berupa kayu bulat panjang, di dalamnya berongga dan pada lubangnya diberi kulit
4.       Hutan   :   Tanah luas yang ditumbuhi pohon-pohon yang biasanya terdapat di wilayah pegunungan yang dipelihara orang
5.       Hotel   :   Bangunan berkamar, yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan
6.       Jurang   :   lembah yang dalam dan sempit serta curam dindingnya
7.       Jembatan   :   Fasilitas yang menghubungkan 2 jalan untuk penyebrangan yang terbuat dari kayu atau beton
8.       Jaipong   :   Tarian tradisional asal Jakarta yang menunnjukkan keluwesan gerak tubuh
9.       Kapal   :   Kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut
10.  Karang   :   Batu kapur di laut yang terjadi dari zat yang dikeluarkan oleh binatang- binatang kecil jenis anthozoa

Part III



1.       Desa   :   Bentuk pemerintahan terkecil yang ditempati oleh sejumlah penduduk
2.       Ekowisata   :   Kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat local dan aspek pendidikan
3.       Empal   :   Makanan khas Jawa Tengah yang terbuat dari daging sapi
4.       Flora   :   Kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan di suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu
5.       Fauna   :   Kehidupan hewan di suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; dunia hewan
6.       Gunung   :   Bukit yang sangat besar dan tinggi dan juga memiliki pemandangan yang asri sehingga menjadi daya tarik untuk pariwisata
7.       Gua   :   Liang (lubang) besar pada kaki gunung
8.       Gedung   :   Bangunan tembok dsb yang berukuran besar sebagai tempat kegiatan seperti pementasan, pertemuan, dsb
9.       Gerabah   :   Alat-alat dapur yang dibuat dari tanah liat kemudian dibakar
10.  Gambyong   :   Tarian Jawa yang mengungkapkan keluwesan wanita

part II

1.       Benteng   :   Dinding dari tembok untuk melindungi kota dari serangan musuh
2.       Budaya   :   Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan  
 3.       Bungalow   :   Rumah peristirahatan yang dibangun secara kontemporer untuk tempat wisata 
  4.       Cagar Alam   :   Suaka alam yang dilindungi agar perkembangannya terjadi secara alami karena mempunyai kekhasan tumbuhan, hewan, dan ekosistemnya
      5.       Cagar Budaya   :   Budaya yang dilindungi
     6.       Candi   :   Bangunan keagamaan peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu – Buddha
     7.       Cindera Mata   :   Oleh – oleh; Buah tangan
     8.       Danau   :   Sejumlah air yang terakumulasi di suatu tempat yang luas (cekungan) yang dikelilingi oleh daratan
  9.       Delman   :   Transportasi tradisional beroda dua, tiga, atau empat yang tidak menggunakan mesin, tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya
 10.  Dermaga   :   Tempat dimana kapal ditambatkan di pelabuhan

Glossarium Pariwisata


   1 .      Adat   :   Gagasan kebudayaan yang lazim di suatu daerah
   2 .      Air Terjun   :   Arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang  mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian
   3 .      Alam   :   Dunia (segala yang ada di langit dan bumi)
   4 .      Andong   :   Kereta sewaan
   5 .      Angklung   :   Alat musik khas Jawa Barat yang terbuat dari bambu
   6 .      Antik   :   Kuno
   7 .      Arca   :   Patung keagamaan yang dibuat untuk memuja dewa – dewi
   8 .      Arsitektur   :   Seni bangunan
   9.      Batik   :   Salah satu cara pembuatan bahan pakaian warisan budaya Indonesia
10.  Becak   :   Kendaraan tradisional roda tiga

Kepariwisataan di Indonesia


Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi yang sangat penting di Indonesia. Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa negara,setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berdasarkan data tahun 2010, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 7 juta lebih atau tumbuh sebesar 10,74% dibandingkan tahun sebelumnya,dan menyumbangkan devisa bagi negara sebesar 7.603,45 juta dolar Amerika Serikat.Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di antaranya tidak dihuni,serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia. Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman nasional di Sumatera merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia. Tempat-tempat wisata itu didukung dengan warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia yang dinamis dengan 719 bahasa daerah yang dituturkan di seluruh kepulauan tersebut. Candi Prambanan dan Borobudur, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, dan Bali merupakan contoh tujuan wisata budaya di Indonesia. Hingga 2010, terdapat 7 lokasi di Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.Sementara itu, empat wakil lain juga ditetapkan UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia yaitu wayang, keris, batik dan angklung.Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sebelas provinsi yang paling sering dikunjungi oleh para turis adalah Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Banten dan Sumatera Barat. Sekitar 59% turis berkunjung ke Indonesia untuk tujuan liburan, sementara 38% untuk tujuan bisnis.Singapura dan Malaysia adalah dua negara dengan catatan jumlah wisatawan terbanyak yang datang ke Indonesia dari wilayah ASEAN.Sementara dari kawasan Asia (tidak termasuk ASEAN) wisatawan Jepang berada di urutan pertama disusul RRC, Korea Selatan, Taiwan dan India.Jumlah pendatang terbanyak dari kawasan Eropa berasal dari negara Britania Raya disusul oleh Perancis, Belanda dan Jerman.Setiap pulau besar di Indonesia setidaknya memiliki satu bandar udara internasional. Bandar udara terbesar adalah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang terletak di Tangerang, Banten. Lima bandar udara internasional lainnya yang berada di Pulau Jawa adalah Adisumarmo di Solo, Juanda di Surabaya, Husein Sastranegara, di Bandung dan Adisucipto di Yogyakarta. Transportasi darat lain seperti kereta api dan taksi tersedia hampir di seluruh pulau di Indonesia.
Beberapa kota menyediakan sistem transportasi Bus Rapid Transit seperti TransJakarta di Jakarta, Trans Jogja di Yogyakarta, Trans Metro Bandung di Bandung, Batik Solo Trans di Surakarta, dan TransSemarang di Semarang. Kendaraan khas seperti bajaj, becak, dan bemo tersedia di kota-kota tertentu, selain itu transportasi umum informal seperti ojeg dapat ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.Fasilitas penginapan terus dikembangkan. Berdasarkan data tahun 2008, terdapat 1.169 hotel dengan 112.079 kamar dan 174.321 tempat tidur di Indonesia. Selain berkembangnya jumlah hotel, sebagai upaya meningkatkan kedatangan wisman lewat MICE pemerintah menetapkan 10 kota yang dikenal sebagai destinasi MICE yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Batam-Bintan, Padang-Bukit tinggi, Makassar, dan Manado. Beberapa lokasi MICE di Indonesia telah berhasil mengadakan acara-acara penting seperti KTT ASEAN yang diadakan di Jakarta Convention Center pada bulan Mei 2011, Konferensi Kelautan Dunia di Manado pada tahun 2009 di Grand Kawanua Hall,dan UNFCCC di Bali International Convention Center, Bali pada tahun 2007.Indonesia memiliki sejarah kebudayaan pariwisata sejak abad sejak abad 14. Kakawin Nagarakretagama mencatat bahwa Raja Hayam Wuruk telah mengelilingi Kerajaan Majapahit yang kini menjadi daerah Jawa Timur menggunakan pedati dengan iring-iringan pejabat negara.Setelah masuknya Bangsa Belanda ke Indonesia pada awal abad ke-19, daerah Hindia Belanda mulai berkembang menjadi daya tarik bagi para pendatang yang berasal dari Belanda. Gubernur jenderal pada saat itu memutuskan pembentukan biro wisata yang disebut Vereeeging Toeristen Verkeer yang gedung kantornya juga digunakan untuk maskapai penerbangan Koninklijke Nederlansch Indische Luchtfahrt Maatschapijj (kini disebut dengan KLM).Hotel-hotel mulai bermunculan seperti Hotel des Indes di Batavia, Hotel Oranje di Surabaya dan Hotel De Boer di Medan.Tahun 1913, Vereeneging Touristen Verkeer membuat buku panduan mengenai objek wisata di Indonesia. Sejak saat itu, Bali mulai dikenal oleh wisatawan mancanegara dan jumlah kedatangan wisman meningkat hingga lebih dari 100% pada tahun 1927.Pada 1 Juli 1947, pemerintah Indonesia berusaha menghidupkan sektor pariwisata Indonesia dengan membentuk badan yang dinamakan HONET (Hotel National & Tourism) yang diketuai oleh R. Tjitpo Ruslan. Badan ini segera mengambil alih hotel - hotel yang terdapat di daerah sekitar Jawa dan seluruhnya dinamai Hotel Merdeka. Setelah Konferensi Meja Bundar, badan ini berganti nama menjadi NV HORNET.Tahun 1952 sesuai dengan keputusan presiden RI, dibentuk Panitia InterDepartemental Urusan Turisme yang bertugas menjajaki kemungkinan terbukanya kembali Indonesia sebagai tujuan wisata.Pada masa Orde Baru, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bertumbuh secara perlahan. Pemerintah pernah mengadakan program untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan asing ke Indonesia yang disebut dengan Tahun Kunjungan Indonesia. Program ini meningkatkan kunjungan turis internasional hingga 400.000 orang.Selain itu pada tahun 1992, pemerintah mencanangkan Dekade Kunjungan Indonesia, yaitu tema tahunan pariwisata sampai dengan tahun 2000.
Kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia mulai mengalami penurunan pada insiden pengeboman Bali tahun 2002 yang menyebabkan penurunan wisatawan yang datang ke Bali sebesar 32%.Aksi teror lainnya seperti Bom JW Marriott 2003, Pengeboman Kedutaan Besar Australia, Bom Bali 2005 dan Bom Jakarta 2009 juga memengaruhi jumlah kedatangan wisman ke Indonesia. Aksi terorisme di Indonesia ini mengakibatkan dikeluarkannya peringatan perjalanan oleh beberapa negara seperti Australia dan Britania Raya pada tahun 2006.Pada tahun 2008, pemerintah Indonesia mengadakan program Tahun Kunjungan Indonesia 2008 untuk meningkatkan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan asing ke Indonesia, selain itu program ini sekaligus untuk memperingati 100 tahun kebangkitan nasional Indonesia. Dana yang dikeluarkan untuk program ini sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat yang sebagian besar digunakan untuk program pengiklanan dalam maupun luar negeri Hasil dari program ini adalah peningkatan jumlah wisatawan asing yang mencapai 6,2 juta wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,5 juta wisatawan.Sebagai upaya dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia melanjutkan program "Tahun Kunjungan Indonesia" pada tahun 2009 dengan target 6,4 juta wisatawan dan perolehan devisa sebesar 6,4 miliar dolar Amerika Serikat, sedangkan pergerakan wisatawan nusantara ditargetkan 229,95 juta perjalanan dengan total pengeluaran lebih dari 128,77 triliun rupiah.Program ini difokuskan ke "pertemuan, insentif, konvensi dan pertunjukan serta wisata laut".Pada tahun 2010, pemerintah Indonesia mencanangkan kembali "Tahun Kunjungan Indonesia serta Tahun Kunjung Museum 2010". Program ini dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap museum dan meningkatkan jumlah pengunjung museum.Pada tahun 2011, pemerintah Indonesia menetapkan Wonderful Indonesia sebagai manajemen merek baru pariwisata Indonesia, sementara untuk tema pariwisata dipilih "Eco, Culture, and MICE". Logo pariwisata tetap menggunakan logo "Tahun Kunjungan Indonesia" yang dipergunakan sejak tahun 2008.Indonesia memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 3.000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan.Kekayaan biota laut tersebut menciptakan sekitar 600 titik selam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.Raja Ampat di Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang memiliki beraneka ragam biota laut dan dikenal sebagai lokasi selam scuba yang baik karena memiliki daya pandang yang mencapai hingga 30 meter pada siang hari. Hasil riset lembaga Konservasi Internasional pada tahun 2001 dan 2002 menemukan setidaknya 1.300 spesies ikan, 600 jenis terumbu karang dan 700 jenis kerang di kawasan Raja Ampat. Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara memiliki 25 titik selam dengan kedalaman hingga 1.556 meter. Hampir 70% spesies ikan di Pasifik Barat dapat ditemukan di Taman Nasional ini. Terumbu karang di taman nasional ini disebut tujuh kali lebih bervariasi dibandingkan dengan Hawaii.Beberapa lokasi lain yang terkenal untuk penyelaman antara lain: Wakatobi, Nusa Penida, Karimunjawa, Derawan dan Kepulauan Seribu.Betapa indahnya negara kita yang kaya akan tempat-tempat pariwisata tersebut,sehingga kita semua harus menjaganya dari berbagai kerusakan alam,karna itu semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang patut di jaga dan di lestarikan oleh kita semua.karena pariwisata itu dapat menghasilkan sumber pendapatan bagi negara republik Indnesia ini,dan Janganlah membuang sampah sembarangan di sekitar objek-objek wisata Indonesia agar tetap bersih,indah,dan enak di pandang.
 
 
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata_di_Indonesia)